|
|

Hearing AD/ART
IAI Dilakukan
di 8 Kota
(1/4/2003)
AD/ART IAI yang gagal
disahkan di Kongres IX lalu, bakal dihearingkan ke anggota guna menampung
aspirasi sebelum KLB. Untuk itu, anggota Tim Kerja AD/ART, Agung Nugroho
menyarankan agar KLB berjalan lancar, segala masukan dan argumentasi lebih
bagus dilakukan di tingkat hearing.
Perubahan selalu membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap
going concern sebuah organisasi maupun anggotanya. Terutama perubahan AD/ART IAI
yang dicanangkan di Kongres IX lalu yang tidak cukup mendapat dukungan kalangan
anggota gagal disahkan. Kegagalan tersebut lebih disebabkan minimnya sosialisasi
materi perubahan AD/ART ke anggota.
Persoalan diatas disadari Dewan Pengurus Nasional IAI terpilih yang mendapat
amanat kongres untuk menyempurnakan materi perubahan AD/ART. Setelah
membentuk Tim Kerja KLB-yang diwakili dua anggota setiap kompartemen-
direncanakan tim ini melakukan hearing materi perubahan AD/ART ke delapan kota besar di Indonesia.
Melalui diskusi panjang, tanggal 12 Februari lalu Tim Kerja KLB
memutuskan untuk melempar materi perubahan tersebut ke anggota
guna menampung aspirasi yang berkembang di tengah anggota.
Tentunya langkah ini sesuai dengan pasal 18 ayat 4 Anggaran Rumah
Tangga IAI, yang menyebutkan "jika ada rencana perubahan AD/ART
harus disampaikan ke anggota selambat-lambatnya dalam kurun waktu tiga
bulan sebelum Kongres dimulai dan tembusannya disampaikan kepada
semua badan kelengkapan organisasi IAI".
Menurut Agung Nugroho yang mewakili Kompartemen Akuntan Publik,
antara bulan Februari sampai akhir Mei, tim ini melakukan hearing materi
perubahan AD/ART ke 8 kota di Indonesia. Dimana hearing semacam ini
diakui ketika perubahan lalu memang kurang dilakukan pada
waktu usulan AD/ART menjelang Kongres IX.
Untuk itu, Agung mengusulkan rencana hearing seperti di Jakarta dilakukan
oleh Kompartemen. Kompartemen Akuntan Publik melakukan hearing di kalangan
anggotanya dengan mengundang Tim Kerja KLB. "Tim mendengarkan aspirasi yang
muncul dari anggota," jelasnya. Begitu juga untuk kompartemen lain
akan diberlakukan hearing serupa.
Sementara di dalam anggota Tim Kerja KLB, ada kesepakatan diantara
anggotanya untuk bersikap independen guna mendukung suksesnya
penyusunan materi perubahan AD/ART yang berkualitas buat IAI.
Dengan begitu wakil dari setiap kompartemen yang ada dalam tim sepakat
untuk mendengarkan masukan dan usulan anggota. Bentuk kongretnya
anggota tim ini sepakat untuk tidak mengeluarkan opini di media
guna meredam pengaruh ke anggotanya.
Melalui hearing yang dilakukan di delapan kota tersebut, tim ini bakal
merangkum semua aspirasi anggota. Dari aspirasi yang masuk ke Tim Kerja KLB,
tim menampung semua aspirasi guna merubah usulan AD/ART.
"Hasilnya menjadi suatu format final AD/ART yang dibawa ke
forum KLB di Bandung mendatang," jelas Agung Nugroho.
Oleh karena itu, adanya keinginan beragumentasi dari anggota terhadap
perubahan materi AD/ART sedianya dilakukan di tingkat hearing.
Jika terjadi di KLB, Agung mengkhawatirkan bakal memakan waktu
bahkan bisa gagal. "Saya berharap adu argumentasi terjadi di tingkat
hearing," katanya. Maksud beragumentasi bukan diarahkan siapa
yang kuat dan menang, tetapi lebih mencari yang terbaik buat IAI.
Secara pribadi Agung memberikan contoh dalam argumen nanti
jangan sampai memaksakan sesuatu yang memang sulit terjadi. Seperti
bentuk kepengurusan council (Dewan), apakah bentuk yang sama
sudah cocok dan sudah waktunya di tingkat kompartemen dan cabang.
Jika hal itu dipaksakan di tingkat Kompartemen Akuntan Publik misalnya,
jelas kemampuan SDM yang full time dan pendanaan belum siap.
Berapa kemampuan KAP memberi insentif yang pas buat direktur
eksekutifnya. Jadi bentuk dewan belum bisa di paksakan ke
Kompartemen dan Cabang. "Saya pikir begitu," tegas Agung. Kalau
toh dipaksakan apakah unit organisasi IAI lainnya juga sudah siap.
Seperti kita ketahui manajemen IAI Pusat belajar secara full time sejak
tahun 1994, makanya sekarang berani ke bentuk Dewan.
Meski bentuk Dewan menjadi idaman Agung, namun untuk sampai ke full Dewan
butuh persiapan yang matang. Untuk mencapai tujuan itu semua butuh belajar
dan akan lebih bagus menunggu kesuksesan konsep Dewan di IAI Pusat berjalan
dengan baik. (AU)
|