|
Bursa
Senin, 16/02/2004
Pilih KAP audit neraca 2003
JAKARTA
(Bisnis):
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk akan menggelar beauty contest untuk memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) pekan ini guna mengaudit laporan keuangan 2003.
"Kami akan mengundang sejumlah KAP besar. Mungkin The Big Four lagi. Setelah 10-14 hari, proses seleksi itu sudah selesai dan dapat diketahui KAP yang ditunjuk untuk mengaudit laporan keuangan 2003," ujar Arif Arryman, komite audit Telkom, akhir pekan lalu.
Menyinggung nama KAP yang akan diundang, dia mengatakan belum dapat memberitahukan identitas mereka saat ini tetapi pekan ini dapat diketahui karena Telkom akan melihat dulu siapa yang akan diundang dalam proses seleksi KAP.
Menurut dia, bagi KAP asing dan afiliasinya di Indonesia yang akan mengaudit laporan keuangan 2003 Telkom harus terdaftar di Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB).
Terkait wewenang komisaris untuk menunjuk KAP, Arif menambahkan dalam RUPS tahun 2003, pemegang saham sudah menyetujui pemberian wewenang kepada dewan komisaris untuk menunjuk auditor.
"Untuk menunjuk auditor yang akan mengaudit laporan keuangan tahun 2003, komisaris Telkom tidak memerlukan RUPS," ujarnya.
Dia menjelaskan Telkom berpotensi terlambat dalam menyampaikan audit laporan keuangan 2003 kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sesuai batas waktu yang ditentukan 31 Maret 2004.
"Siapa yang sanggup menyelesaikan audit laporan keuangan Telkom hanya dalam satu setengah bulan sehingga penyampaikan audit tersebut berpotensi terlambat tetapi kami berupaya menyelesaikan audit tersebut secepat mungkin," tutur Arif.
Dalam menyelesaikan audit laporan keuangan 2003, tambahnya, Telkom tidak memulai dari awal. Hal tersebut sebagai akibat dari audit ulang laporan keuangan 2002 oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) terutama terkait kejadian di luar tanggal neraca.
"Sewaktu laporan keuangan 2002 diaudit ulang oleh PwC, hasil audit tersebut telah memeriksa kejadian di luar neraca hingga periode 29 Januari 2004," katanya. (wiw)
©
Copyright 2003 Bisnis Indonesia. All rights reserved. Reproduction
in whole or in part without permission is prohibited.
<kembali
ke depan> |