Bulettin
Info Buku
   
   
   

Halaman Depan Bisnis Indonesia
Senin, 16/06/2003

Laporan keuangan SG disclaimer

JAKARTA (Bisnis): Laporan keuangan konsolidasi PT Semen Gresik Tbk tahun 2002 mendapat opini disclaimer karena laporan dari anak perusahaan PT Semen Padang tidak diaudit.
"Memang sudah jadi, tapi laporan dari PT Semen Padang tidak diaudit. Itu sebabnya dapat opini disclaimer," ujar Dirut Semen Gresik Satriyo kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Kendati demikian, lanjutnya, laporan keuangan konsolidasi sudah dapat diselesaikan dan boleh diajukan ke BEJ dan Bapepam. Hanya saja, lanjut dia, perseroan harus menerima risiko mendapat opini yang tidak baik. Bertindak sebagai auditor adalah Mustofa dari KAP Hans, Tuanakotta&Mustofa.

Sebelumnya manajemen Semen Gresik membuat laporan keuangan tanpa mengikutsertakan Semen Padang. Ketika itu yang disampaikan hanya laporan keuangan yang telah diaudit dari Semen Gresik dan anak perusahaan PT Semen Tonasa, sehingga akuntan memberikan opini adverse, opini paling buruk dalam akuntansi.

"Laporan keuangan sekarang dibuat di bawah tanggung jawab saya. Artinya saya sebagai Dirut Semen Gresik menjamin bahwa apabila nanti laporan keuangan Semen Padang selesai diaudit, tidak akan ada perbedaan hasil atau selisih yang material," ujarnya.

Dia memilih mengambil jalan dan risiko itu untuk menyelesaikan persoalan yang berlarut di BUMN itu. Apalagi, paparnya, mengingat laporan konsolidasi harus sudah diserahkan akhir Juni. Manajemen harus membayar denda karena terlambat menyerahkan laporan konsolidasi yang menurut aturan BEJ terakhir 31 Maret 2003.

Satriyo juga menjelaskan bahwa sampai saat ini akuntan yang ditunjuk belum bisa melihat kebenaran dari angka yang diajukan oleh manajemen lama Semen Padang. Artinya, kata Satriyo, belum cukup bukti yang dapat digunakan untuk mendukung angka yang dibuat direksi lama tersebut.

Namun Satriyo menolak menjawab ketika ditanya apakah ada indikasi telah terjadi penyimpangan penggunaan dana pada manajemen lama yang

sampai saat ini masih bersikukuh tidak mau meninggalkan kursinya.

Menurutnya, biar pihak berwajib yang memutuskan hal itu karena kasusnya sudah dilaporkan ke Kapolri maupun Kapolda Sumatera Barat.

Menyangkut laba bersih perseroan, Investor Relation Semen Gresik Agung Wiharto mengatakan mengalami penurunan yaitu dari Rp317 miliar pada 2001 menjadi Rp269 miliar pada 2002.

Sedangkan mengenai penjualan bersih perseroan, dia tidak mengetahui secara pasti. "Untuk laba bersih saya ingat yaitu sekitar Rp269 miliar. Namun untuk penjualan bersihnya, saya tidak ingat angka persisnya. Tunggu saja, Senin ini akan kami umumkan ke publik," jelasnya.

Cabut suspensi

Sementara itu, PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan mempertimbangkan pembukaan penghentian sementara transaksi (suspend) saham Semen Gresik, kendati emiten itu mendapatkan opini disclaimer.

Direktur Pencatatan PT BEJ Harry Wiguna mengatakan BEJ belum menerima laporan keuangan audit tahun buku 2002 dari Semen Gresik. Laporan keuangan tersebut, ungkapnya, baru akan diterima BEJ pada hari ini.

Namun, dia melanjutkan, seandainya laporan itu mendapat opini disclaimer dari opini sebelumnya adverse, maka manajemen Semen Gresik akan diminta melaksanakan dengar pendapat dengan BEJ dan melakukan paparan publik.

Setelah penjelasan manajemen mengenai penyebab mendapat opini disclaimer itu dinilai cukup, maka suspend sahamnya bisa dibuka.

"Suspend sahamnya bisa dibuka, sepanjang keterbukaan informasinya dinilai cukup," ujarnya.

BEJ telah menghentikan sementara perdagangan saham berkode SMGR itu sejak 12 Mei lalu, disebabkan laporan keuangan Semen Gresik tahun buku 2002 mendapatkan opini adverse atau tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, karena minus laporan keuangan Semen Padang.

Sedangkan opini disclaimer diberikan oleh auditor, karena ada keraguan terhadap kelangsungan usaha (going concern) perseroan. Atau, waktu audit auditor dibatasi, sehingga auditor tidak yakin dengan pendapatnya.

Menurut Harry, opini disclaimer dalam laporan keuangan Semen Gresik tahun buku 2002 itu dimungkinkan, jika Semen Gresik tidak berhasil mengkonsolidasikan laporan keuangan Semen Padang yang punya kontribusi besar terhadap pendapatan perseroan.

Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (Missi) N.D. Murdani baru-baru ini mengatakan suspend saham Semen Gresik itu sangat merugikan investor, karena mereka tidak bisa mentransaksikan sahamnya.

Selain itu, ungkapnya, citra saham yang di-suspend terlalu lama juga tidak bagus. Dia berpendapat andaikata saham Semen Gresik telah diijinkan ditransaksikan, tak banyak investor yang bersedia melakukan jual beli.

Alasannya, kata dia, valuasi saham Semen Gresik di bursa sekarang ini di kisaran Rp7.500-Rp8.000, masih sangat jauh dari harga fundamentalnya yang diperkirakan di kisaran Rp20.000.

Dia meminta pemerintah segera menyelesaikan kemelut Semen Gresik dan Semen Padang. (08/rah/shm)


© Copyright 2001 Bisnis Indonesia. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

<kembali ke depan>

 

 

Info Umum | Standar Profesi | Direktori Anggota | Pendidikan Profesi Berkelanjutan | Peraturan | Publikasi | Home

Copyright © 2000. Ikatan Akuntan Indonesia. All Rights Reserved.
For information and question, please click webmaster