Bulettin
Info Buku
   
   
   

Building Public Trust Akuntan Publik (9/3/2004)

Masalah akuntan publik tidak bisa lepas dari masalah akuntan lainnya. Munculnya skandal akuntansi bukan saja di dominsasi perusahaan di Amerika, namun skandal akuntansi serupa juga terjadi di Indonesia. Seperti masalah yang menyangkut pelaporan kegiatan perusahaan secara keseluruhan (fiancial reporting), menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat. Meski begitu mengapa terjadi skandal?

Menurut Ketua DPN IAI, Ahmadi Hadibroto masalah utamanya tidak lain lemahnya integritas. Apapun yang dihasilkan, akibat lemahnya integritas yang dimiliki, tidak ada nilainya. Dari permasalahan yang muncul, yang menyangkut pelaporan bukan masalah akuntan publik semata.

Disinilah pentingnya membangun public trust untuk akuntan publik back to basic audit professional standard. Dengan begitu trust tersebut akan kembali dengan sendirinya. Kuncinya adalah landscape accounting professional harus diubah yang mengacu ke tingkat internasional. Seperti lingkungan internasional reventing accounting of information professional ini adalah tema utamanya akuntan itu.

Akuntan publik tidak hanya bicara catat mencatat, namun sudah masuk ke dalam informasi sistem. Oleh karena itu, kuncinya, akuntan publik harus menjadi seorang informasi professional. Informasi merupakan sesuatu yang vital tetapi sangat mudah untuk diputar balikkan oleh mereka yang tidak memiliki integritas.

Sehubungan dengan itu, sangat penting melihat permasalahan yang dihadapi akuntan publik saat ini, bagaimana ke depannya, baik yang terjadi di tingkat lokal maupun internasional. Tentunya hal itu bermanfaat dalam rangka duduk bersama guna membuat aturan yang mempertimbangkan aspek globalisasi dan kebutuhan persyaratan yang dibebankan kepada akuntan public secara internasional.

Bila regulator ingin melakukan pengaturan, yang paling utama perlu dipahami adanya risiko yang sangat besar sebagai information professional. Tentunya tidak jauh keluar dari international audit service yang membutuhkan dan menghasilkan heve you audit information berdasarkan pengembangan dari IT, dan menghasilkan trust financial reporting.

Sebelumnya peran akuntan publik dalam informasi itu cukup menonjol. Dimana jumlah informasinya terbatas akuntan dengan laporan keuangnnya sudah merupakan mayoritas dari informasi tersebut. Sekarang, informasi yang diberikan suatu perusahaan sudah semakin besar, bukan sekedar masalah keuangan. Sehingga saat ini di dalam dunia usaha peran dari informasi akuntan menjadi mengecil, tambah Ahmadi.

Menurut Ahmadi hal tersebut jangan dianggap suatu kemunduruan, namun menjadi suatu tantangan. Akuntan publik masih punya cukup banyak energi masuk ke bidang lainnya sepanjang sejarah informasi. Ini mungkin bagian yang sebetulnya dari akuntan pendidik dan sebagainya.

Permasalahan di dalam akuntansi bukan hanya masalah akuntan public tetapi juga merupakan permasalahn akuntan manajemen, akuntan pendidik dan dalam laporan keuangan yang efeknya juga bersamalah regulator. Apalagi trust pada akuntan publik saat ini sedang berada di tingkat yang rendah. Agak susah memang sebetulnya sudah ada masalah ini diantara para regulator di Indonesia yang harus hadapi.

Semua pihak yang terlibat di dalam lingkup pelaporan keuangan termasuk juga dalam laporannya IFAC itu setelah melakukan berbagai studi penyebab permasalahan yang timbul didunia akuntansi termasuk para bankers, para financial analis, dan berbagai pihak lain yang terlibat si pasar modal. Semua mempunyai peranan yang signifikan dalam timbulnya diberbagai krisis.

Oleh karena itu saya ingin lompat langsung pada kita bicara masa depannya. Diberbagai perkembangan internasional bisa dijadikan masukan dan yang paling penting nantinya perkembangan penyusunan RUU akuntan public guna permasalahan sebetulnya bukan di akuntan public. Membebankan semua permasalahan kepada akuntan publik sedemikian beratnya justru bakal merugikan kepentingan yang lebih luas. Yang tidak lain satu hal yang sangat dikhawatirkan adalah menurunnya minat para adik adik kita untuk masuk ke bidang ini. Apabila kemudian bidang ini menjadi sangat berat risikonya sehingga tidak menarik. (AU)

<kembali ke depan>

 

 

Info Umum | Standar Profesi | Direktori Anggota | Pendidikan Profesi Berkelanjutan | Peraturan | Publikasi | Home

Copyright © 2004. Ikatan Akuntan Indonesia - Kompartemen Akuntan Publik. All Rights Reserved.
For information and question, please click webmaster