|
Komitmen BI
Kucurkan Kredit UKM
Untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil menengah (UKM) dan mikro,
Bank Indonesia akan mengucurkan kredit sekitar Rp 42,3 triliun. Hal itu diungkapkan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahril Sabirin dalam jumpa pers bersama Menko Kesra
Yusuf Kalla, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Jumlah tersebut sekitar 50,6 persen dari
nilai kredit yang akan disalurkan perbankan tahun 2003.
Lebih lanjut, kata Syahril, perbankan nasional telah menyatakan komitmennya untuk
mengucurkan kredit ke sektor usaha kecil menengah (UKM) dan mikro. Dari jumlah tersebut
termasuk kredit yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp2,1 triliun.
Upaya untuk menyalurkan kredit kepada UKM dan mikro tersebut, kata Syahril, merupakan bagian
dari kerjasama antara BI dengan Komisi Pengentasan Kemiskinan yang dipimpin oleh Menko Kesra.
Syahril menambahkan, selain mendorong perbankan untuk memberikan kredit kepada UKM
dan mikro, BI juga meminta perbankan mengembangkan kelembagaan seperti
membentuk unit layanan mikro dan UKM Center.
Selain itu, perbankan juga diminta melakukan penelitian dan penyediaan informasi
pengembangan UKM-UKM serta melakukan pelatihan kepada staf perbankan di daerah.
Sementara itu Menko Kesra Yusuf Kalla mengatakan, dengan adanya kredit kepada UKM dan
mikro tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi tingkat
pengangguran yang jumlahnya saat ini mencapai 9 juta orang pengangguran terbuka dan
40 juta orang pengangguran setengah terbuka. "Dengan kredit sekitar Rp 40 triliun
diharapkan bisa membuka lapangan kerja untuk 1,5 juta orang," katanya.
Dengan membuka lapangan kerja, diharapkan mampu mengurangi tingkat
kemiskinan yang sekarang jumlahnya mencapai 18 persen dari jumlah seluruh rakyat Indonesia.
(AU)
<kembali
ke depan> |